Pages

Kamis, 31 Oktober 2013

QUEUING THEORY

...:::QUEUING THEORY:::...

Pendahuluan
Queueing Theory adalah salah satu ilmu matematika yang mempelajari tentang waktu tunggu atau suatu antrian. Pada umumnya queuein theory dianggap sebagai riset dalam suatu operasi untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Operation research awalnya digunakan di Inggris tentang suatu mata pelajaran atas kesepakatan yang diaplikasikan dalam metode analitis lanjutan untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.
Dalam perkembangannya queueing theory sering digunakan utnuk memprediksi panjangnya antrian dan waktu tunggunya suatu barang atau persediaan dalam suatu proses di dalam bisnis sehingga dapat dijadikan pertambahan informasi untuk membuat keputusan bisnis tentang sumber daya yang dibutuhkan untuk menyediakan layanan yang kompetitif terhadap para pelanggan.
Pada awalnya queueing theory di teliti oleh Agner Krauf Erlang  yang seorang pakar statistik dan ahli teknisi mesin (enginer). Queuein theory yang pada awalnya digunakan utnuk menciptakan pertukaran arus telepon. Dengan perkembangannya, queuein theory juga terapkan dalam hal telekomunikasi, rekayasa lalu lintas (rambu lalu lintas), komputer, pabrik garmen (dalam hal membuat suatu desain produk), pertokoan, perkantoran dan rumah sakit.

Etimologi atau Asal Usul
Kata queue pada awalnya berasal dari Prancis atau dalam bahas Latin disebut cauda yang dalam bahasa Inggrisnya sebagai tail (urutan atau untaian). Kata queueing over queueing biasanya ditemui pada penelitian di bidang akademis. Seperti contohnya, jurnal yang paling terkenal yaitu “Queueing Systems”. Jurnal queueing systems tersebut diterbitkan dalam “Journal Citation Reports pada tahun 2010 dengan penulisnya bernama Sergey Foss.Dimana pada umumnya jurnal tersebut dikhususkan untuk jurnal-jurnal ilmiah pengetahuan dan media bisnis.



KAJIAN TEORI

Single Queueing Nodes
Single Queueing Nodes biasanya digambarkan dengan menggunakan Kendall’s notation dengan format A/S/C, dimana A menggambarkan waktu antara kedatangan suatu barang atau informasi kedalam antrian, S digambarkan sebagai suatu ukuran pekerjaan dan C menggambarkan suatu server kode.
Kendall’s notation menjelaskan bahwa sebuah queueing theory merupakan suatu mata pelajaran yang menggunakan teori matematika atas probabilitas. Kendall’s notation merupakan suatu sistem untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan suatu queueing node. Seperti contohnya:
Dalam perjalanannya, ternyata banyak yang menganalisis queue theory dapat dibuktikan dengan cara mengurangi antrian dengan system matematika seperti yang dijelaskan pertama kali dalam makalahnya oleh Andrey Markov pada tahun 1906 yang dikenal dengan Mankov Chains.
Model yang digunakan dalam Kendall’s notation salah satunya dijelaskan dalam karya ilmiah pertama Agner Krarup Erlang tahun 1909. Dimana yang salah satu penelitinya bernama Danish yang bekerja sebagai ahli mesin di Copenhagen telephone Exchange. Danish menjelaskan bahwa model nomor yang digunakan dalam panggilan telepon di kantornya yang kemudian disebut dengan Poisson process.
Dimana model nomor telepon tersebut dapat digunakan menggunakan model antrian (queue) M/D/1 pada tahun 1917 dan model antrian (queueing) M/D/K pada tahun 1920. The M/M/1 antrian adalah model sederhana di mana sebuah server tunggal melayani pekerjaan yang datang sesuai dengan proses Poisson dan eksponensial telah didistribusikan persyaratan layanan. Berikut ini merupakan penjelasan atas Kendall’s notation :
Ø  M merupakan singkatan dari Markov atau memoryless atau pengingat sebagai sarana panggilan telepon tersebut sesuai dengan Passion process.
Ø  D merupakan singkatan dari deterministic sebagai tanda bahwa pekerjaan itu telah tiba di antrian dan memerlukan jumlah layanan panggilan telepon yang tetap.
Ø  K merupakan jumlah server pada kode antrian (k=1,2, ... ). Jika ada lebih banyak panggilan telepon dalam suatu server maka panggilan tersebut akan otomatis menunggu atau mengantri atas suatu layanan.

IMPLEMENTASI
Setelah Perang Dunia II, queueing theory menjadi bahan atau dasar utama yang dijadikan penelitian oleh para matematikawan karena sangat menarik untuk dikembangkan. Seperti contohnya Metode Matriks Geometris dan Metode Matriks Analitis yang memungkinkan suatu queues dengan berbagai fase-jenis tersebut dapat didistribusikan berdasarkan interval dan pendistribusian waktu pelayanan juga harus dipertimbangkan dalam prosesnya.

Service Disciplines
Dalam service disciplines terdapat berbagai kebijakan penjadwalan yang dapat digunakan pada queuing nodes, yaitu :
Ø  First in first out
Metode ini menyatakan bahwa pelanggan dilayani satu per satu dan pelanggan yang telah datang lebih awal akan dilayani pertama.
Ø  Last in first out
Metode ini menyatakan bahwa pelanggan akan dilayani satu per satu dan pelanggan dengan waktu terpendek akan dilayani pertama. Hal ini juga dikenal dengan stack. Stack sendiri merupakan suatu bahasa computer yang masih tergolong dasar. Dimana fungsi dari stack sendiri bisa disebut sebagai patch untuk mempercepat suatu proses yang memerlukan waktu lama.
Ø  Processor sharing
Kapasistas pelayanan dibagi rata antar pelanggan.

Ø  Priority
Pelanggan yang memiliki keunggulan akan diprioritaskan atau dilayani pertama. Prioritas antrian dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
Non-Preemptive : Pekerjaan atas suatu pelayanan tidak dapat diganggu.
Preemptive : Pekerjaan atas suatu layanan dapat terganggu dengan pekerjaan yang memiliki prioritas yang lebih tinggi.
Namun tidak ada layanan yang akan terlewati dalam 2 jenis pelayanan tersebut.
Ø  Shortest job first
Pekerjaan yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran layanan yang terkecil
Ø  Preemptive shortest job first
Pekerjaan yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran asli layanan yang terkecil.
Ø  Shortest remaining processing time
Pekerjaan yang akan dikerjakan selanjutnya adalah dengan melayani satu yang memiliki persyaratan pengolahan terkecil yang tersisa.

Queueing Networks
Queeuing netwoks adalah sistem dimana jumlah antrian dihubungkan oleh router pelanggan, dimana seorang pelanggan dilayani pada satu simpul dapat bergabung dengan node lainnya yang dapat digunakan untuk suatu layanan panggilan atau untuk menutup/meninggalkan suatu jaringan.

STUDY RESEARCH
Penelitian yang dilakukan oleh Jackson menunjukkan bahwa terdapat signifikansi yang menggunakan bentuk distribusi stasioner yang efisien dan nilai rata-rata analisis yang memungkinkan rata-rata atas suatu antrian panggilan dan waktu tunggu harus tetap dihitung. Jika jumlah pelanggan di jaringan tetap konstan, maka jaringan tersebut akan ditutup secara otomatis dimana hal tersebut juga telah terbukti memiliki distribusi stasioner produk dalam teori Gordon-Newell.
Pada penelitian lain juga didapatkan bahwa pada penelitian yang dilakukan Kelly mengganggap bahwa jaringan pelanggan yang telah diselidiki atau diperiksa akan mengakibatkan perbedaan tingkat prioritas pada node layanan yang berbeda.
Penelitian lainnya yang dikenal dengan G-Networks yang diusulkan pertama kali oleh Erol Gelenbe pada tahun 1993 menghasilkan bahwa jangan menganggap bahwa distribusi waktu tetap harus diperhitungkan jangan seperti pada penelitian Jackson.

Batas Fluida
Model Fluida adalah suatu pengingat determin yang terus menerus akan diperoleh atas suatu antrian jaringan (queueing networks) dengan mengambil ruang lingkup ketika proses yang digunakan adalah skala dalam ruang dan waktu yang mengakibatkan akan berbeda-beda hasilnya.

Heavy traffic/diffusion approximations
Heavy traffic/diffusion approximations (perkiraan atas beratnya suatu arus/lalu lintas dalam suatu sistem) berguna untuk mempertimbangkan pembatasan atas suatu queues. Untuk dapat memperluas suatu sistem yang overload atau berlebihan kapasitas, maka batasan dan ruang dalam suatu sistem harus terus ditingkatkan terutama salah satunya dengan menggunakan patch-patch yang langsung dibenamkan dalam sistem tersebut. Misalnya dengan memasukkan bahasa pemograman sebagai berikut :

Namun ada beberapa cara lain juga yang dapat metode reflected Brownian motion (RBM) yang dapat mengurai kepadatan atau overload dalam suatu sistem. Metode yang terdapat dalam RBM adalah Stability conditions – one dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas “menstabilkan kondisi system dengan pendekatan – satu/single ukuran keadaan dan ukuran keadaan yang berlipat”), contohnya :
Stability conditions- One dimension


Stabilitu conditions-multiple dimensions
 \Sigma = RD + DR'

Selain itu juga ada metode hitting times–one dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas “penekanan sewaktu-waktu dengan menggunakan pendekatan-satu/single ukuran keadaan dan ukuran keadaan yang berlipat), contohnya :
Dalam kesempatan lain, RBM juga dijelaskan dalam Ornstein-Uhlenbecl process ataupun lebih umumnya dalam diffusion process. jumlah ukuran dalam RBM  umumnya adalah sama dengan jumlah nomor/angka dalam queueing nodes dan terbatasnya difusi pada non-negatif orthant* (terjemahan bebas “ukuran yang terdapat dalam suatu quadran).


DECISION THEORY

...:::DECISION THEORY:::...

Pendahuluan
Decision theory merupakan suatu metode untuk menentukan pengambilan keputusan ataupun tindakan ketika sejumlah informasi yang terkumpul dirasakan telah cukup dan telah diolah dimana konsekuensinya dapat diperkirakan seusai dengan kesesuaian informasi terhadap suatu kondisi, namun hasil akhirnya tidak dapat dipastikan secara tepat atu pasti.
Berdasarkan pengertian tersebut maka terdapat 4 kriteria yang harus dilihat dalam decision theory, yaitu :
1.      Expected value (realist) merupakan suatu nilai yang diharapkan pada setiap keputusan yang kemudian memilih melakukan suatu keputusan lain dengan pengharapan akan mendapatkan suatu nilai yang lebih besar dibandingkan dengan nilai yang lebih besar.
2.      Maximax (Optimist) Melihat hal yang terbaik yang bisa terjadi dalam setiap keputusan yang kemudian lebih memiih keputusan yang memiliki nilai (value) terbesar. Sebagian besar dari para pengambil keputusan bahwa mereka berasumsi dimana mereka akan mendapatkan nilai terbesar dengan melakukan perencanaan yang terbaik atas suatu kasus sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.
3.      Maximin (Pessimist) lebih cenderung pada melihat hal terburuk yang akan terjadi setiap pengambilan keputusan namun tetap memilih keputusan yang menghasilkan suatu nilai yang maksimal.
4.      Minimax (Opportunist) didasarkan pada hilangnya oportunistik. Dimana para pengambil keputusan yang memiliki kriteria ini akan melihat kembali keadaan alami yang telah terjadi. Jadi mereka akan membuat keputusan sebelum peristiwa itu terjadi, dimana dalam kesempatan lain mereka memiliki kerugian oporunistik/penyesalan.

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan:
...:::Pertimbangan Perbedaan Individu
Menggunakan
Tipe Indikator Myers-Briggs:::...
By. William G. Huitt

Pendahuluan
Perhatian harus difokuskan untuk kedua proses pemecahan masalah dan teknik-teknik tertentu yang terkait dengan karakteristik pribadi yang penting. Artinya, individu dan organisasi harus memiliki proses pemecahan masalah serta teknik-teknik khusus.
Lain halnya McCaulley (1987) yang berusaha untuk melakukan hal ini dengan terlebih dahulu fokus pada perbedaan individu dalam kepribadian dan kemudian dengan menghadirkan empat langkah untuk pemecahan masalah berdasarkan empat proses mental Jung (penginderaan, intuisi, pemikiran, dan perasaan). Strategi lain terlebih dahulu akan mempertimbangkan proses pemecahan masalah dan kemudian untuk mengintegrasikan preferensi atau pola individu dalam proses ini.
Pemecahan Masalah dan Proses Pengambilan Keputusan
Pemecahan masalah adalah sebuah proses dimana kita memandang dan menyelesaikan kesenjangan antara situasi sekarang dan tujuan yang diinginkan. Secara umum, situasi adalah salah satu yang sebelumnya tidak ditemui, atau di mana setidaknya solusi yang spesifik dari pengalaman masa lalu tidak diketahui. Sebaliknya, pengambilan keputusan adalah sebuah proses seleksi dimana salah satu dari dua atau lebih solusi yang mungkin dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah dikedua pemecahan masalah dan pengambilan keputusan cukup mirip. Bahkan, istilah kadang-kadang digunakan secara bergantian.
Kebanyakan model pemecahan masalah dan pengambilan keputusan setidaknya masuk ke dalam empat fase (misalnya, Bransford & Stein, 1984; Dewey, 1933, Polya, 1971), antara lain:
1.      Tahap input dimana masalah yang dirasakan dan dilakukan sebuah usaha untuk memahami situasi atau masalah.
2.      Fase pengolahan dimana alternatif yang dihasilkan dan dievaluasi dan solusi yang dipilih.
3.      Fase output yang mencakup perencanaan, dan implementasi solusi, dan
4.      Tahap tinjauan dimana solusi yang dievaluasi dan modifikasi yang dilakukan, jika diperlukan.
Kebanyakan peneliti menggambarkan proses pemecahan masalah atau pengambilan keputusan sebagai awal dengan persepsi kesenjangan dan berakhir dengan pelaksanaan dan evaluasi solusi untuk mengisi kesenjangan tersebut. Setiap tahap proses meliputi langkah spesifik yang harus diselesaikan sebelum pindah ke tahap berikutnya. Langkah-langkah ini akan dibahas secara lebih rinci nanti dalam tulisan ini.
Pertimbangan Perbedaan Individu
Meskipun ada berbagai cara untuk mempertimbangkan perbedaan individu terhadap penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan, maka kita akan fokus pada tipe kepribadian dan temperamen sebagaimana diukur oleh MBTI.
Tipe Kepribadian dan Pemecahan Masalah
Berikut ini adalah ringkasan dari temuan Lawrence (1982, 1984); McCaulley (1987); Myers & McCaulley (1985):
Ketika pemecahan masalah, individu akan lebih memilih tertutup (introversion) kemudian mengambil waktu untuk berpikir dan menjelaskan ide-ide mereka sebelum mereka mulai berbicara, sementara mereka akan lebih memilih terbuka (extraversion) saat berbicara melalui ide-ide mereka untuk memperjelaskannya. Penginderaan individu akan lebih cenderung untuk memperhatikan fakta, rincian, dan kenyataan. Mereka juga akan cenderung untuk memilih solusi standar yang telah bekerja di masa lalu.
Individu dengan preferensi pemikiran akan cenderung menggunakan logika dan analisis selama pemecahan masalah. Mereka juga cenderung untuk menilai objektivitas dan menjadi impersonal dalam menarik kesimpulan.
Temperamen
Temperamen ini dapat berguna dalam membahas perbedaan individu yang berkaitan dengan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan karena keduanya terkait dengan perbedaan mendasar dalam orientasi untuk memecahkan masalah dan tujuan yang akan ditangani.
Teknik Pemecahan Masalah
Hal ini tidak cukup untuk menggambarkan suatu proses pemecahan masalah dan untuk menggambarkan bagaimana individu berbeda dalam pendekatan mereka atau dalam penggunaannya. Hal ini juga diperlukan untuk mengidentifikasi teknik-teknik khusus untuk menghadirkan perbedaan individu.
Mengintegrasikan Teknik ke dalam Proses Pemecahan Masalah
Teknik pemecahan masalah yang dibahas di atas paling kuat bila dikombinasikan untuk mengaktifkan bagian logis kedua (rasional dan intuitif) kreatif bagian otak.
Tahap Input
Tujuan dari tahap input adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas dari masalah atau situasi. Langkah pertama adalah untuk mengidentifikasi masalah dan menyatakan secara jelas dan ringkas. Langkah kedua dari tahap input adalah untuk menyatakan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternatif yang mungkin untuk masalah serta efektivitas solusi yang dipilih. Brainstorming juga dapat digunakan selama langkah kedua ini. Langkah ketiga adalah untuk mengumpulkan informasi atau fakta yang relevan untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan.
Tahap Pengolahan
Pada tahap pengolahan tugas ini adalah untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan memilih alternatif dan solusi yang dapat memecahkan masalah. Langkah pertama dalam tahap ini adalah untuk mengembangkan alternatif atau kemungkinan solusi. Langkah kedua adalah mengevaluasi alternatif yang dihasilkan vis-a-vis kriteria dinyatakan. Langkah ketiga tahap pemrosesan adalah untuk mengembangkan solusi yang berhasil saat memecahkan masalah.
Sebelum meninggalkan fase ini penting untuk mendiagnosa kemungkinan masalah dengan solusi dan implikasi dari masalah ini (apa yang bisa salah - penginderaan, menilai, implikasi - intuisi, mengamati).
Tahap Output
Selama tahap output, rencana dikembangkan dan solusi benar-benar dilaksanakan. Rencana tersebut harus cukup rinci untuk memungkinkan keberhasilan pelaksanaan, dan metode evaluasi harus dipertimbangkan dan dikembangkan.
Tahap Review
Langkah pertama, mengevaluasi implementasi solusi, harus menjadi proses yang berkelanjutan. Langkah kedua mengevaluasi efektivitas dari solusi. Langkah ketiga dalam proses ini adalah memodifikasi solusi dengan cara yang disarankan oleh proses evaluasi. Evaluasi pelaksanaan solusi dan hasil umumnya menyajikan masalah tambahan yang harus dipertimbangkan dan ditangani.


Pertimbangan Temperamen
Jika mayoritas kelompok terdiri dari temperamen tunggal, dalam proses dasar yang dapat dimodifikasi untuk mengambil keuntungan dari sikap dominan. Berfokus pada fakta dan rincian juga bermanfaat karena lebih mungkin menghasilkan solusi yang dapat dilaksanakan secara nyata.
Ringkasan dan Kesimpulan
Secara umum, ada kebutuhan untuk mengembangkan dan menggunakan proses pemecahan masalah atau pengambilan keputusan yang bersifat ilmiah dan perbedaan perhatian individu dan sudut pandang. Proses ini memungkinkan individu untuk menggunakan metode standar dalam berbagai situasi dan beradaptasi untuk memenuhi preferensi pribadi. Proses yang sama dapat digunakan dalam situasi kelompok untuk memenuhi perspektif yang unik dari masing-masing anggota.


Zero Defect Decision Making

..:::Zero-Defect Decision Making:::..
Pendahuluan
Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan dalam sebuah bisnis, karena akan menghasilkan dampak positif bagi perusahaan, begitu pula sebaliknya.
Pembahasan
Sebagai presiden dan ketua ATP Oil & Gas Corp yang berpusat di Houston, Paul T. Bulmahn memiliki pengetahuan langsung tentang bagaimana keputusan yang baik dapat menguntungkan bagi perusahaan dan sebaliknya keputusan yang buruk dapat merugikan perusahaan. Perusahaannya berhasil menyelesaikan pengeboran di lepas pantai selama beberapa tahun terakhir. Padahal sebelumnya pada lokasi yang sama, ada perusahaan lain  yang  telah gagal melakukan pengeboran dan meninggalkan lokasi tersebut.
Redaktur Evelyn Roth bertanya kepada Bulmahn bagaimana dia membuat keputusan cerdas dalam sebuah lingkungan tekanan tinggi seperti itu’?
“Pada waktu itu perusahaan hanya harus menemukan alasan mengapa perusahaan eksplorasi lain memutuskan untuk tidak mengembangkan proyek tersebut sebelumnya. Ketika masalahnya sudah ditemukan, kemudian perusahaan  bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Hal tersebut mungkin tidak dipikirkan oleh perusahaan lainnya, karena mereka mungkin hanya fokus dan lebih memilih untuk berinvestasi pada perusahaan pengeboran lain yang lebih menguntungkan”. Demikinan Bulmahn berpendapat.
Bulmahn mengungkapkan kemampuannya yang baik dalam pengambilan keputusan adalah buah dari pengalaman-pengalamannya di masa lalu yang sangat berguna bagi aktivitas bisnisnya saat ini. Pengalamannya sebagai seorang pengacara dan hakim telah melatihnya menjadi seorang yang kritis dalam menghadapi suatu masalah. Dia berusaha untuk mencari kelemahan dan kekurangan suatu  hal, bahkan dia juga berusaha untuk mencari tahu apa yang mungkin tidak terlihat. Sehingga dari kekurangan atau kelemahan tersebut dia dapat berfikir keuntungan apakah yang dapat ia peroleh. Pemikiran-pemikiran konservatif seperti itu, menurut Bulmahn sangat diperlukan dalam bisnis.
Dari pengalamannya sebagai seorang hakim, dia juga belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengarkan dia belajar untuk memahami sesuatu dan mempelajari apa yang mungkin tidak disampaikan secara lisan tetapi hanya melalui sikap atau perilaku.  Dengan menjadi pendengar yang baik, dia bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Untuk menjadi pendengar yang baik, kita tidak bisa melihat sesuatu hanya dari sisi luarnya saja. Baru mendengar sebagian fakta lalu mengambil kesimpulan itu tidak diperbolehkan karena hal tersebut kemungkinan akan menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan yang berakibat pada pengambilan keputusan yang tidak tepat. Contohnya: kita sudah menilai orang hanya dari penampilannya atau cara berpakaiannya saja, padahal kita belum mengenal lebih jauh orang tersebut. Hal tersebut sama saja ketika kita menghadapi sebuah keputusan bisnis. Kita tidak bisa mendengarkan beberapa fakta saja dan mengabaikan yang lainnya. Keseluruhan fakta tentu saling berhubungan dan harus diperhatikan.  Namun kemampuan menjadi pendengar yang baik ini tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Ini adalah sebuah proses karena suatu pengalaman yang membuat kita peka terhadap informasi bukan mengabaikannya.
Dia menceritakan bahwa satu hal yang dia pelajari dari pengalaman-pengalamnya tersebut adalah sebuah nilai memiliki orang-orang yang bekerja dengan anda dengan pengalaman-pengalaman praktis yang besar. Dia bukan seorang insinyur, dan bukan ahli geologi. Dia harus mengandalkan para ahli yang memahami teknologi tersebut.Dia telah mencoba untuk selalu fokus pada mempekerjakan orang di setiap disiplin teknis yang memiliki kombinasi pengalaman praktis (mereka sudah pernah keluar dan membuat kesalahan dengan perusahaan lain dan belajar dari itu) dan sisi akademik (mereka memiliki satu atau beberapa derajat , dan mereka mengerti teknologi, bagaimana dan kapan menggunakan teknologi tersebut secara terampil). Mereka orang-orang terbaik yang bisa memberitahu kapan dan bagaimana menggunakan teknologi. Dia mengakui sejak awal sebagai seorang hakim bahwa orang-orang yang lebih kuat akan mampu mempengaruhi dan menentukan secara positif maupun negatif pada setiap posisi, dan mereka jauh lebih sukses dalam menyelesaikan masalah. Dan itulah yang coba dia terapkan pada bisnisnya saat ini, walaupun dia tidak mempunyai pengetahuan tentang pengeboran, tetapi dia mengatasi kelemahannya tersebut dengan membangun kekuatan dengan cara mempekerjakan orang-orang yang benar-benar ahli dibidangnya dan itulah yang menjadi kekuatannya saat ini karena ada orang-orang kuat disekelilingnya.
Untuk mendapatkan karyawan-karyawan yang potensial itulah, Bulhamn ikut serta dalam proses wawancara perekrutan karyawannya. Pada saat itu dia akan mencoba untuk menantang orang yang diwawancarai untuk mengukur kemampuannya dalam berpikir dan mengartikulasikan pikiran. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memberikan jawaban yang  bijaksana yang menunjukkan pengetahuan dan pengalaman mereka sehingga penilaianpun dapat diberikan.
Pengambilan keputusan yang cepat itu adalah salah satu kunci kesuksesan Bulmahn. Ketika kita tidak cepat mengambil keputusan maka peluang akan hilang. Ketika anda dihadapkan pada dua pilihan yang ambigu, tidak jelas baik dan buruknya, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mencari tahu mana yang lebih baik diantara keduanya kemudian mengajukan pertanyaan sampai anda memperoleh keyakinan diantara salah satunya. Karena bagaimanapun peran naluri atau insting juga menentukan disini dan Bulmahn telah membuktikannya. Melalui instingnya dia merasa selalu siap untuk membuat keputusan. Namun memang jika kita berbicara soal insting, ini adalah sesuatu yang sulit dipelajari. Kepekaan atau insting seseorang muncul karena proses atau kebiasaan yang sudah dibangun dari usia dini. Tidak bisa muncul begitu saja dengan tiba-tiba.
Dalam artikel tersebut Bulmahn mengungkapkan bahwa tidak selamanya pengambilan keputusan itu selamanya berhasil. Namun jangan berlama-lama dalam kegagalan, karena pengambilan keputusan adalah proses jangka panjang, sehingga yang harus anda lakukan ketika anda salah mengambil keputusan adalah segera melakukan perbaikan dan melanjutkan. Jangan pernah perfikir untuk berhenti. Karena sejauh Anda membuat kesalahan, Anda hanya perlu lakukan yang terbaik untuk memperbaikinya.
            Dari pemaparan-pemaparan tersebut kita bisa melihat bahwa proses pembelajaran secara lisan melalui lingkungan disekitarnya lebih banyak dilakukan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan yang baik. Mulai dari belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalunya, belajar menggunakan insting atau kepekaanya, dan yang paling penting adalah belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Pengalaman-pengalaman itu membantu Bulmahn dalam melakukan pengambilan keputusan yang baik. Bulmahn mengakui selama ini para manajer-manajer perusahaan terlalu banyak berfikir untuk menuangkan strategi-strategi apa yang akan mereka lalukan dalam sebuah perencanaan bisnis tertulis, akibatnya mereka terlalu fokus untuk merencanakan, sehingga terlambatkan untuk melakukan (action). Padahal belum tentu apa yang mereka rencanakan itu akan dilakukan. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan itulah yang sering kali mengakibatkan kegagalan pengambilan keputusan bisnis. Untuk Bulmahn mengajak karyawan-karyawan yang bekerja diperusahaannya untuk berfikir aktif dan kreatif, bukan hanya fokus soal rencana saja tetapi soal tindakan nyata itu jauh lebih penting.

Kesimpulan
Penjelasan di atas hanya menceritakan keberhasilan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan disebabkan oleh kemampuannya untuk menganalisis masalah dan mencari penyelesaiannya. Pada dasarnya tidak ada sebuah keputusan yang diambil tanpa ada efeknya, yang ada hanyalah bagaimana mengambil kemungkinan buruk yang terkecil dalam sebuah keputusan yang diambil. Ketika masalahnya sudah ditemukan, mereka bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Selain itu kemampuannya menjadi pendengar yang baik juga banyak membantunya dalam proses pengambilan keputusan yang baik.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews