Pages

Kamis, 31 Oktober 2013

Zero Defect Decision Making

..:::Zero-Defect Decision Making:::..
Pendahuluan
Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan dalam sebuah bisnis, karena akan menghasilkan dampak positif bagi perusahaan, begitu pula sebaliknya.
Pembahasan
Sebagai presiden dan ketua ATP Oil & Gas Corp yang berpusat di Houston, Paul T. Bulmahn memiliki pengetahuan langsung tentang bagaimana keputusan yang baik dapat menguntungkan bagi perusahaan dan sebaliknya keputusan yang buruk dapat merugikan perusahaan. Perusahaannya berhasil menyelesaikan pengeboran di lepas pantai selama beberapa tahun terakhir. Padahal sebelumnya pada lokasi yang sama, ada perusahaan lain  yang  telah gagal melakukan pengeboran dan meninggalkan lokasi tersebut.
Redaktur Evelyn Roth bertanya kepada Bulmahn bagaimana dia membuat keputusan cerdas dalam sebuah lingkungan tekanan tinggi seperti itu’?
“Pada waktu itu perusahaan hanya harus menemukan alasan mengapa perusahaan eksplorasi lain memutuskan untuk tidak mengembangkan proyek tersebut sebelumnya. Ketika masalahnya sudah ditemukan, kemudian perusahaan  bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Hal tersebut mungkin tidak dipikirkan oleh perusahaan lainnya, karena mereka mungkin hanya fokus dan lebih memilih untuk berinvestasi pada perusahaan pengeboran lain yang lebih menguntungkan”. Demikinan Bulmahn berpendapat.
Bulmahn mengungkapkan kemampuannya yang baik dalam pengambilan keputusan adalah buah dari pengalaman-pengalamannya di masa lalu yang sangat berguna bagi aktivitas bisnisnya saat ini. Pengalamannya sebagai seorang pengacara dan hakim telah melatihnya menjadi seorang yang kritis dalam menghadapi suatu masalah. Dia berusaha untuk mencari kelemahan dan kekurangan suatu  hal, bahkan dia juga berusaha untuk mencari tahu apa yang mungkin tidak terlihat. Sehingga dari kekurangan atau kelemahan tersebut dia dapat berfikir keuntungan apakah yang dapat ia peroleh. Pemikiran-pemikiran konservatif seperti itu, menurut Bulmahn sangat diperlukan dalam bisnis.
Dari pengalamannya sebagai seorang hakim, dia juga belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengarkan dia belajar untuk memahami sesuatu dan mempelajari apa yang mungkin tidak disampaikan secara lisan tetapi hanya melalui sikap atau perilaku.  Dengan menjadi pendengar yang baik, dia bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi semua pihak. Untuk menjadi pendengar yang baik, kita tidak bisa melihat sesuatu hanya dari sisi luarnya saja. Baru mendengar sebagian fakta lalu mengambil kesimpulan itu tidak diperbolehkan karena hal tersebut kemungkinan akan menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan yang berakibat pada pengambilan keputusan yang tidak tepat. Contohnya: kita sudah menilai orang hanya dari penampilannya atau cara berpakaiannya saja, padahal kita belum mengenal lebih jauh orang tersebut. Hal tersebut sama saja ketika kita menghadapi sebuah keputusan bisnis. Kita tidak bisa mendengarkan beberapa fakta saja dan mengabaikan yang lainnya. Keseluruhan fakta tentu saling berhubungan dan harus diperhatikan.  Namun kemampuan menjadi pendengar yang baik ini tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Ini adalah sebuah proses karena suatu pengalaman yang membuat kita peka terhadap informasi bukan mengabaikannya.
Dia menceritakan bahwa satu hal yang dia pelajari dari pengalaman-pengalamnya tersebut adalah sebuah nilai memiliki orang-orang yang bekerja dengan anda dengan pengalaman-pengalaman praktis yang besar. Dia bukan seorang insinyur, dan bukan ahli geologi. Dia harus mengandalkan para ahli yang memahami teknologi tersebut.Dia telah mencoba untuk selalu fokus pada mempekerjakan orang di setiap disiplin teknis yang memiliki kombinasi pengalaman praktis (mereka sudah pernah keluar dan membuat kesalahan dengan perusahaan lain dan belajar dari itu) dan sisi akademik (mereka memiliki satu atau beberapa derajat , dan mereka mengerti teknologi, bagaimana dan kapan menggunakan teknologi tersebut secara terampil). Mereka orang-orang terbaik yang bisa memberitahu kapan dan bagaimana menggunakan teknologi. Dia mengakui sejak awal sebagai seorang hakim bahwa orang-orang yang lebih kuat akan mampu mempengaruhi dan menentukan secara positif maupun negatif pada setiap posisi, dan mereka jauh lebih sukses dalam menyelesaikan masalah. Dan itulah yang coba dia terapkan pada bisnisnya saat ini, walaupun dia tidak mempunyai pengetahuan tentang pengeboran, tetapi dia mengatasi kelemahannya tersebut dengan membangun kekuatan dengan cara mempekerjakan orang-orang yang benar-benar ahli dibidangnya dan itulah yang menjadi kekuatannya saat ini karena ada orang-orang kuat disekelilingnya.
Untuk mendapatkan karyawan-karyawan yang potensial itulah, Bulhamn ikut serta dalam proses wawancara perekrutan karyawannya. Pada saat itu dia akan mencoba untuk menantang orang yang diwawancarai untuk mengukur kemampuannya dalam berpikir dan mengartikulasikan pikiran. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memberikan jawaban yang  bijaksana yang menunjukkan pengetahuan dan pengalaman mereka sehingga penilaianpun dapat diberikan.
Pengambilan keputusan yang cepat itu adalah salah satu kunci kesuksesan Bulmahn. Ketika kita tidak cepat mengambil keputusan maka peluang akan hilang. Ketika anda dihadapkan pada dua pilihan yang ambigu, tidak jelas baik dan buruknya, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan mencari tahu mana yang lebih baik diantara keduanya kemudian mengajukan pertanyaan sampai anda memperoleh keyakinan diantara salah satunya. Karena bagaimanapun peran naluri atau insting juga menentukan disini dan Bulmahn telah membuktikannya. Melalui instingnya dia merasa selalu siap untuk membuat keputusan. Namun memang jika kita berbicara soal insting, ini adalah sesuatu yang sulit dipelajari. Kepekaan atau insting seseorang muncul karena proses atau kebiasaan yang sudah dibangun dari usia dini. Tidak bisa muncul begitu saja dengan tiba-tiba.
Dalam artikel tersebut Bulmahn mengungkapkan bahwa tidak selamanya pengambilan keputusan itu selamanya berhasil. Namun jangan berlama-lama dalam kegagalan, karena pengambilan keputusan adalah proses jangka panjang, sehingga yang harus anda lakukan ketika anda salah mengambil keputusan adalah segera melakukan perbaikan dan melanjutkan. Jangan pernah perfikir untuk berhenti. Karena sejauh Anda membuat kesalahan, Anda hanya perlu lakukan yang terbaik untuk memperbaikinya.
            Dari pemaparan-pemaparan tersebut kita bisa melihat bahwa proses pembelajaran secara lisan melalui lingkungan disekitarnya lebih banyak dilakukan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan yang baik. Mulai dari belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalunya, belajar menggunakan insting atau kepekaanya, dan yang paling penting adalah belajar untuk menjadi pendengar yang baik. Pengalaman-pengalaman itu membantu Bulmahn dalam melakukan pengambilan keputusan yang baik. Bulmahn mengakui selama ini para manajer-manajer perusahaan terlalu banyak berfikir untuk menuangkan strategi-strategi apa yang akan mereka lalukan dalam sebuah perencanaan bisnis tertulis, akibatnya mereka terlalu fokus untuk merencanakan, sehingga terlambatkan untuk melakukan (action). Padahal belum tentu apa yang mereka rencanakan itu akan dilakukan. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan itulah yang sering kali mengakibatkan kegagalan pengambilan keputusan bisnis. Untuk Bulmahn mengajak karyawan-karyawan yang bekerja diperusahaannya untuk berfikir aktif dan kreatif, bukan hanya fokus soal rencana saja tetapi soal tindakan nyata itu jauh lebih penting.

Kesimpulan
Penjelasan di atas hanya menceritakan keberhasilan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan disebabkan oleh kemampuannya untuk menganalisis masalah dan mencari penyelesaiannya. Pada dasarnya tidak ada sebuah keputusan yang diambil tanpa ada efeknya, yang ada hanyalah bagaimana mengambil kemungkinan buruk yang terkecil dalam sebuah keputusan yang diambil. Ketika masalahnya sudah ditemukan, mereka bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Selain itu kemampuannya menjadi pendengar yang baik juga banyak membantunya dalam proses pengambilan keputusan yang baik.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews