..:::Zero-Defect Decision Making:::..
Pendahuluan
Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan
dalam sebuah bisnis, karena akan menghasilkan dampak positif bagi perusahaan,
begitu pula sebaliknya.
Pembahasan
Sebagai presiden dan ketua ATP Oil
& Gas Corp yang berpusat di Houston, Paul T. Bulmahn memiliki pengetahuan langsung tentang
bagaimana keputusan yang baik dapat menguntungkan bagi perusahaan dan sebaliknya keputusan yang buruk dapat
merugikan perusahaan. Perusahaannya berhasil menyelesaikan pengeboran di lepas
pantai selama beberapa tahun terakhir. Padahal sebelumnya pada lokasi yang
sama, ada perusahaan lain yang telah gagal melakukan pengeboran dan
meninggalkan lokasi tersebut.
Redaktur Evelyn Roth bertanya kepada Bulmahn ‘bagaimana dia membuat keputusan
cerdas dalam sebuah lingkungan
tekanan tinggi seperti itu’?
“Pada waktu itu
perusahaan hanya harus menemukan alasan mengapa perusahaan eksplorasi lain
memutuskan untuk tidak mengembangkan proyek tersebut sebelumnya. Ketika
masalahnya sudah ditemukan, kemudian perusahaan
bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Hal tersebut mungkin tidak
dipikirkan oleh perusahaan lainnya, karena mereka mungkin hanya fokus dan lebih
memilih untuk berinvestasi pada perusahaan pengeboran lain yang lebih
menguntungkan”. Demikinan Bulmahn berpendapat.
Bulmahn
mengungkapkan kemampuannya yang baik dalam pengambilan keputusan adalah buah
dari pengalaman-pengalamannya di masa lalu yang sangat berguna bagi aktivitas
bisnisnya saat ini. Pengalamannya sebagai seorang pengacara dan hakim telah
melatihnya menjadi seorang yang kritis dalam menghadapi suatu masalah. Dia
berusaha untuk mencari kelemahan dan kekurangan suatu hal, bahkan dia juga berusaha untuk mencari
tahu apa yang mungkin tidak terlihat. Sehingga dari kekurangan atau kelemahan
tersebut dia dapat berfikir keuntungan apakah yang dapat ia peroleh.
Pemikiran-pemikiran konservatif seperti itu, menurut Bulmahn sangat diperlukan
dalam bisnis.
Dari
pengalamannya sebagai seorang hakim, dia juga belajar untuk menjadi pendengar
yang baik. Dengan mendengarkan dia belajar untuk memahami sesuatu dan
mempelajari apa yang mungkin tidak disampaikan secara lisan tetapi hanya
melalui sikap atau perilaku. Dengan
menjadi pendengar yang baik, dia bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi
semua pihak. Untuk menjadi pendengar yang baik, kita tidak bisa melihat sesuatu
hanya dari sisi luarnya saja. Baru mendengar sebagian fakta lalu mengambil
kesimpulan itu tidak diperbolehkan karena hal tersebut kemungkinan akan
menimbulkan bias dalam pengambilan keputusan yang berakibat pada pengambilan
keputusan yang tidak tepat. Contohnya: kita sudah menilai orang hanya dari
penampilannya atau cara berpakaiannya saja, padahal kita belum mengenal lebih
jauh orang tersebut. Hal tersebut sama saja ketika kita menghadapi sebuah
keputusan bisnis. Kita tidak bisa mendengarkan beberapa fakta saja dan
mengabaikan yang lainnya. Keseluruhan fakta tentu saling berhubungan dan harus
diperhatikan. Namun kemampuan menjadi
pendengar yang baik ini tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Ini adalah
sebuah proses karena suatu pengalaman yang membuat kita peka terhadap informasi
bukan mengabaikannya.
Dia
menceritakan bahwa satu hal yang dia pelajari dari pengalaman-pengalamnya
tersebut adalah sebuah nilai memiliki orang-orang yang bekerja dengan anda
dengan pengalaman-pengalaman praktis yang besar. Dia bukan seorang insinyur,
dan bukan ahli geologi. Dia harus mengandalkan para ahli yang memahami teknologi
tersebut.Dia
telah mencoba untuk selalu fokus pada mempekerjakan orang di setiap disiplin
teknis yang memiliki kombinasi pengalaman praktis (mereka sudah pernah keluar
dan membuat kesalahan dengan perusahaan lain dan belajar dari itu) dan sisi
akademik (mereka memiliki satu atau beberapa derajat , dan mereka mengerti
teknologi, bagaimana
dan kapan menggunakan teknologi tersebut secara terampil). Mereka orang-orang terbaik yang bisa
memberitahu kapan dan bagaimana menggunakan teknologi. Dia mengakui sejak
awal sebagai seorang hakim bahwa orang-orang yang lebih kuat akan mampu mempengaruhi dan menentukan secara positif maupun negatif pada setiap posisi, dan mereka jauh
lebih sukses dalam menyelesaikan masalah. Dan itulah yang coba dia terapkan pada
bisnisnya saat ini, walaupun dia tidak mempunyai pengetahuan tentang
pengeboran, tetapi dia mengatasi kelemahannya tersebut dengan membangun
kekuatan dengan cara mempekerjakan orang-orang yang benar-benar ahli
dibidangnya dan itulah yang menjadi kekuatannya saat ini karena ada orang-orang
kuat disekelilingnya.
Untuk
mendapatkan karyawan-karyawan yang potensial itulah, Bulhamn ikut serta dalam
proses wawancara perekrutan karyawannya. Pada saat itu dia akan mencoba untuk
menantang orang yang diwawancarai untuk mengukur kemampuannya dalam berpikir
dan mengartikulasikan pikiran. Kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan memberikan jawaban yang bijaksana yang menunjukkan pengetahuan dan
pengalaman mereka sehingga penilaianpun dapat diberikan.
Pengambilan keputusan
yang cepat itu adalah salah satu kunci kesuksesan Bulmahn. Ketika kita tidak
cepat mengambil keputusan maka peluang akan hilang. Ketika anda dihadapkan pada
dua pilihan yang ambigu, tidak jelas baik dan buruknya, maka langkah yang harus
dilakukan adalah dengan mencari tahu mana yang lebih baik diantara keduanya
kemudian mengajukan pertanyaan sampai anda memperoleh keyakinan diantara salah
satunya. Karena bagaimanapun peran naluri atau insting juga menentukan disini
dan Bulmahn telah membuktikannya. Melalui instingnya dia merasa selalu siap
untuk membuat keputusan. Namun memang jika kita berbicara soal insting, ini
adalah sesuatu yang sulit dipelajari. Kepekaan atau insting seseorang muncul
karena proses atau kebiasaan yang sudah dibangun dari usia dini. Tidak bisa
muncul begitu saja dengan tiba-tiba.
Dalam artikel
tersebut Bulmahn mengungkapkan bahwa tidak selamanya pengambilan keputusan itu
selamanya berhasil. Namun jangan berlama-lama dalam kegagalan, karena
pengambilan keputusan adalah proses jangka panjang, sehingga yang harus anda
lakukan ketika anda salah mengambil keputusan adalah segera melakukan perbaikan
dan melanjutkan. Jangan pernah perfikir untuk berhenti. Karena sejauh Anda membuat kesalahan, Anda
hanya perlu lakukan yang terbaik untuk memperbaikinya.
Dari pemaparan-pemaparan tersebut
kita bisa melihat bahwa proses pembelajaran secara lisan melalui lingkungan
disekitarnya lebih banyak dilakukan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan
yang baik. Mulai dari belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalunya, belajar
menggunakan insting atau kepekaanya, dan yang paling penting adalah belajar
untuk menjadi pendengar yang baik. Pengalaman-pengalaman itu membantu Bulmahn
dalam melakukan pengambilan keputusan yang baik. Bulmahn mengakui selama ini
para manajer-manajer perusahaan terlalu banyak berfikir untuk menuangkan
strategi-strategi apa yang akan mereka lalukan dalam sebuah perencanaan bisnis
tertulis, akibatnya mereka terlalu fokus untuk merencanakan, sehingga
terlambatkan untuk melakukan (action). Padahal belum tentu apa yang
mereka rencanakan itu akan dilakukan. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan
itulah yang sering kali mengakibatkan kegagalan pengambilan keputusan bisnis.
Untuk Bulmahn mengajak karyawan-karyawan yang bekerja diperusahaannya untuk
berfikir aktif dan kreatif, bukan hanya fokus soal rencana saja tetapi soal
tindakan nyata itu jauh lebih penting.
Kesimpulan
Penjelasan di atas
hanya menceritakan keberhasilan Bulmahn dalam proses pengambilan keputusan
disebabkan oleh kemampuannya untuk menganalisis masalah dan mencari
penyelesaiannya. Pada dasarnya tidak ada sebuah keputusan yang diambil tanpa
ada efeknya, yang ada hanyalah bagaimana mengambil kemungkinan buruk yang
terkecil dalam sebuah keputusan yang diambil. Ketika masalahnya sudah
ditemukan, mereka bisa fokus pada penyelesaian masalahnya. Selain itu
kemampuannya menjadi pendengar yang baik juga banyak membantunya dalam proses
pengambilan keputusan yang baik.

10.01
rifandi.id


0 komentar:
Posting Komentar