Kamis, 14 November 2013
Taik
Kisah 'taik' yg selalu dipersoalkan...
(bukan bermaksud jorok2an, karena sejatinya memang sudah jorok)
==========
"""""""""""""""""
Taik...
bagiku taik itu bukanlah hal yg jorok...
walau kebanyakan org menganggap taik itu menjijikkan...
.....
Karena aku bukan mempersoalkan bentuk, rasa dan bau taik itu...
Tapi lebih bagaimana taik itu dihasilkan...
tapi anehnya, walau taik yg kita makan, akan tetap taik yg dihasilkan...
......
Bagiku sikap taik itu merupakan seburuk-buruknya perilaku...
karena apa pun yang kita masukkan ke dalam perut (baca: makan), namun tetap taik yang kita hasilkan..
karusnya manusia tidak bersifat seperti taik..
bagai mana cerita 'taik' anda?
(bukan bermaksud jorok2an, karena sejatinya memang sudah jorok)
==========
"""""""""""""""""
Taik...
bagiku taik itu bukanlah hal yg jorok...
walau kebanyakan org menganggap taik itu menjijikkan...
.....
Karena aku bukan mempersoalkan bentuk, rasa dan bau taik itu...
Tapi lebih bagaimana taik itu dihasilkan...
tapi anehnya, walau taik yg kita makan, akan tetap taik yg dihasilkan...
......
Bagiku sikap taik itu merupakan seburuk-buruknya perilaku...
karena apa pun yang kita masukkan ke dalam perut (baca: makan), namun tetap taik yang kita hasilkan..
karusnya manusia tidak bersifat seperti taik..
bagai mana cerita 'taik' anda?
Kamis, 31 Oktober 2013
QUEUING THEORY
...:::QUEUING
THEORY:::...
Pendahuluan
Queueing Theory adalah
salah satu ilmu matematika yang mempelajari tentang waktu tunggu atau suatu
antrian. Pada umumnya queuein theory
dianggap sebagai riset dalam suatu operasi untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Operation research awalnya
digunakan di Inggris tentang suatu mata pelajaran atas kesepakatan yang
diaplikasikan dalam metode analitis lanjutan untuk membantu pengambilan
keputusan yang lebih baik.
Dalam
perkembangannya queueing theory
sering digunakan utnuk memprediksi panjangnya antrian dan waktu tunggunya suatu
barang atau persediaan dalam suatu proses di dalam bisnis sehingga dapat dijadikan
pertambahan informasi untuk membuat keputusan bisnis tentang sumber daya yang
dibutuhkan untuk menyediakan layanan yang kompetitif terhadap para pelanggan.
Pada
awalnya queueing theory di teliti
oleh Agner Krauf Erlang yang seorang
pakar statistik dan ahli teknisi mesin (enginer). Queuein theory yang pada awalnya digunakan utnuk menciptakan
pertukaran arus telepon. Dengan perkembangannya, queuein theory juga terapkan dalam hal telekomunikasi, rekayasa
lalu lintas (rambu lalu lintas), komputer, pabrik garmen (dalam hal membuat
suatu desain produk), pertokoan, perkantoran dan rumah sakit.
Etimologi atau Asal Usul
Kata
queue pada
awalnya berasal dari Prancis atau dalam bahas Latin disebut cauda yang dalam bahasa Inggrisnya
sebagai tail (urutan atau untaian).
Kata queueing over queueing biasanya ditemui pada penelitian di bidang akademis.
Seperti contohnya, jurnal yang paling terkenal yaitu “Queueing Systems”. Jurnal queueing
systems tersebut diterbitkan dalam “Journal
Citation Reports pada tahun 2010 dengan penulisnya bernama Sergey
Foss.Dimana pada umumnya jurnal tersebut dikhususkan untuk jurnal-jurnal ilmiah
pengetahuan dan media bisnis.
KAJIAN
TEORI
Single
Queueing Nodes
Single Queueing Nodes biasanya digambarkan
dengan menggunakan Kendall’s notation
dengan format A/S/C, dimana A menggambarkan waktu antara kedatangan suatu
barang atau informasi kedalam antrian, S digambarkan sebagai suatu ukuran
pekerjaan dan C menggambarkan suatu server kode.
Kendall’s notation menjelaskan bahwa
sebuah queueing theory merupakan
suatu mata pelajaran yang menggunakan teori matematika atas probabilitas. Kendall’s notation merupakan suatu
sistem untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan suatu queueing node. Seperti contohnya:
Dalam
perjalanannya, ternyata banyak yang menganalisis queue theory dapat dibuktikan dengan cara mengurangi antrian dengan
system matematika seperti yang dijelaskan pertama kali dalam makalahnya oleh
Andrey Markov pada tahun 1906 yang dikenal dengan Mankov Chains.
Model
yang digunakan dalam Kendall’s notation
salah satunya dijelaskan dalam karya ilmiah pertama Agner Krarup Erlang tahun
1909. Dimana yang salah satu penelitinya bernama Danish yang bekerja sebagai
ahli mesin di Copenhagen telephone Exchange. Danish menjelaskan bahwa model
nomor yang digunakan dalam panggilan telepon di kantornya yang kemudian disebut
dengan Poisson process.
Dimana
model nomor telepon tersebut dapat digunakan menggunakan model antrian (queue) M/D/1 pada tahun 1917 dan model antrian (queueing) M/D/K pada tahun 1920. The M/M/1 antrian adalah model sederhana di mana sebuah server tunggal
melayani pekerjaan yang datang sesuai dengan proses Poisson dan eksponensial
telah didistribusikan persyaratan layanan. Berikut ini merupakan penjelasan
atas Kendall’s notation :
Ø M merupakan singkatan
dari Markov atau memoryless atau
pengingat sebagai sarana panggilan telepon tersebut sesuai dengan Passion process.
Ø D merupakan singkatan
dari deterministic sebagai tanda
bahwa pekerjaan itu telah tiba di antrian dan memerlukan jumlah layanan
panggilan telepon yang tetap.
Ø K merupakan jumlah
server pada kode antrian (k=1,2, ... ). Jika ada lebih banyak panggilan telepon
dalam suatu server maka panggilan tersebut akan otomatis menunggu atau
mengantri atas suatu layanan.
IMPLEMENTASI
Setelah
Perang Dunia II, queueing theory
menjadi bahan atau dasar utama yang dijadikan penelitian oleh para matematikawan
karena sangat menarik untuk dikembangkan. Seperti contohnya Metode Matriks
Geometris dan Metode Matriks Analitis yang memungkinkan suatu queues dengan berbagai fase-jenis
tersebut dapat didistribusikan berdasarkan interval dan pendistribusian waktu
pelayanan juga harus dipertimbangkan dalam prosesnya.
Service
Disciplines
Dalam
service disciplines terdapat berbagai
kebijakan penjadwalan yang dapat digunakan pada queuing nodes,
yaitu
:
Ø First
in first out
Metode
ini menyatakan bahwa pelanggan dilayani satu per satu dan pelanggan yang telah datang lebih
awal akan
dilayani pertama.
Ø Last
in first out
Metode
ini menyatakan bahwa pelanggan akan dilayani satu per satu dan pelanggan dengan
waktu terpendek akan dilayani pertama. Hal ini juga dikenal dengan stack. Stack sendiri merupakan suatu
bahasa computer yang masih tergolong dasar. Dimana fungsi dari stack sendiri bisa disebut sebagai patch untuk mempercepat suatu proses
yang memerlukan waktu lama.
Ø Processor
sharing
Kapasistas
pelayanan dibagi rata antar pelanggan.
Ø Priority
Pelanggan
yang memiliki keunggulan akan diprioritaskan atau dilayani pertama. Prioritas
antrian dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
Non-Preemptive : Pekerjaan atas
suatu pelayanan tidak dapat diganggu.
Preemptive : Pekerjaan atas suatu
layanan dapat terganggu dengan pekerjaan yang memiliki prioritas yang lebih
tinggi.
Namun
tidak ada layanan yang akan terlewati dalam 2 jenis pelayanan tersebut.
Ø Shortest
job first
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran layanan yang
terkecil
Ø Preemptive
shortest job first
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran asli layanan
yang terkecil.
Ø Shortest
remaining processing time
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya adalah dengan melayani satu yang memiliki
persyaratan pengolahan terkecil yang tersisa.
Queueing Networks
Queeuing netwoks adalah sistem dimana jumlah
antrian dihubungkan oleh router
pelanggan, dimana seorang pelanggan dilayani pada satu simpul dapat bergabung
dengan node lainnya yang dapat
digunakan untuk suatu layanan panggilan atau untuk menutup/meninggalkan suatu
jaringan.
STUDY
RESEARCH
Penelitian
yang dilakukan oleh Jackson menunjukkan bahwa terdapat signifikansi yang
menggunakan bentuk distribusi stasioner yang efisien dan nilai rata-rata
analisis yang memungkinkan rata-rata atas suatu antrian panggilan dan waktu
tunggu harus tetap dihitung. Jika jumlah pelanggan di jaringan tetap konstan,
maka jaringan tersebut akan ditutup secara otomatis dimana hal tersebut juga
telah terbukti memiliki distribusi stasioner produk dalam teori Gordon-Newell.
Pada
penelitian lain juga didapatkan bahwa pada penelitian yang dilakukan Kelly
mengganggap bahwa jaringan pelanggan yang telah diselidiki atau diperiksa akan
mengakibatkan perbedaan tingkat prioritas pada node layanan yang berbeda.
Penelitian
lainnya yang dikenal dengan G-Networks
yang diusulkan pertama kali oleh Erol Gelenbe pada tahun 1993 menghasilkan
bahwa jangan menganggap bahwa distribusi waktu tetap harus diperhitungkan
jangan seperti pada penelitian Jackson.
Batas Fluida
Model
Fluida adalah suatu pengingat determin yang terus menerus akan diperoleh atas
suatu antrian jaringan (queueing networks)
dengan mengambil ruang lingkup ketika proses yang digunakan adalah skala dalam
ruang dan waktu yang mengakibatkan akan berbeda-beda hasilnya.
Heavy
traffic/diffusion approximations
Heavy
traffic/diffusion approximations (perkiraan atas
beratnya suatu arus/lalu lintas dalam suatu sistem) berguna untuk
mempertimbangkan pembatasan atas suatu queues.
Untuk dapat memperluas suatu sistem yang overload
atau berlebihan kapasitas, maka batasan dan ruang dalam suatu sistem harus
terus ditingkatkan terutama salah satunya dengan menggunakan patch-patch yang langsung dibenamkan
dalam sistem tersebut. Misalnya dengan memasukkan bahasa pemograman sebagai
berikut :
Namun
ada beberapa cara lain juga yang dapat metode reflected Brownian motion (RBM) yang dapat mengurai kepadatan atau overload dalam suatu sistem. Metode yang
terdapat dalam RBM adalah Stability
conditions – one dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas
“menstabilkan kondisi system dengan pendekatan – satu/single ukuran keadaan dan
ukuran keadaan yang berlipat”), contohnya :
Stability conditions- One
dimension
Stabilitu
conditions-multiple dimensions
Selain
itu juga ada metode hitting times–one
dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas “penekanan
sewaktu-waktu dengan menggunakan pendekatan-satu/single ukuran keadaan dan
ukuran keadaan yang berlipat), contohnya :
Dalam
kesempatan lain, RBM juga dijelaskan dalam Ornstein-Uhlenbecl
process ataupun lebih umumnya dalam diffusion
process. jumlah ukuran dalam RBM
umumnya adalah sama dengan jumlah nomor/angka dalam queueing nodes dan terbatasnya difusi pada non-negatif orthant* (terjemahan bebas “ukuran yang
terdapat dalam suatu quadran).
DECISION THEORY
...:::DECISION THEORY:::...
Pendahuluan
Decision theory merupakan
suatu metode untuk menentukan pengambilan keputusan ataupun tindakan ketika
sejumlah informasi yang terkumpul dirasakan telah cukup dan telah diolah dimana
konsekuensinya dapat diperkirakan seusai dengan kesesuaian informasi terhadap
suatu kondisi, namun hasil akhirnya tidak dapat dipastikan secara tepat atu
pasti.
Berdasarkan
pengertian tersebut maka terdapat 4 kriteria yang harus dilihat dalam decision theory, yaitu :
1. Expected
value (realist) merupakan suatu nilai
yang diharapkan pada setiap keputusan yang kemudian memilih melakukan suatu keputusan
lain dengan pengharapan akan mendapatkan suatu nilai yang lebih besar
dibandingkan dengan nilai yang lebih besar.
2. Maximax
(Optimist) Melihat hal yang
terbaik yang bisa terjadi dalam setiap keputusan yang kemudian lebih memiih keputusan
yang memiliki nilai (value)
terbesar. Sebagian besar dari para pengambil keputusan bahwa mereka berasumsi
dimana mereka akan mendapatkan nilai terbesar dengan melakukan perencanaan yang
terbaik atas suatu kasus sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.
3.
Maximin (Pessimist) lebih
cenderung pada melihat hal terburuk yang akan terjadi setiap pengambilan
keputusan namun tetap memilih keputusan yang menghasilkan suatu nilai yang
maksimal.
4.
Minimax (Opportunist) didasarkan
pada hilangnya oportunistik. Dimana para pengambil keputusan yang memiliki
kriteria ini akan melihat kembali keadaan alami yang telah terjadi. Jadi mereka
akan membuat keputusan sebelum peristiwa itu terjadi, dimana dalam kesempatan
lain mereka memiliki kerugian oporunistik/penyesalan.
Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan
Pemecahan Masalah
dan Pengambilan Keputusan:
...:::Pertimbangan Perbedaan Individu
Menggunakan Tipe Indikator Myers-Briggs:::...
Menggunakan Tipe Indikator Myers-Briggs:::...
By. William G. Huitt
Pendahuluan
Perhatian harus difokuskan untuk kedua proses pemecahan
masalah dan teknik-teknik tertentu yang terkait dengan karakteristik pribadi
yang penting. Artinya, individu dan organisasi harus memiliki proses pemecahan
masalah serta teknik-teknik khusus.
Lain halnya McCaulley (1987) yang berusaha untuk
melakukan hal ini dengan terlebih dahulu fokus pada perbedaan individu dalam
kepribadian dan kemudian dengan menghadirkan empat langkah untuk pemecahan
masalah berdasarkan empat proses mental Jung (penginderaan, intuisi, pemikiran,
dan perasaan). Strategi lain terlebih dahulu akan mempertimbangkan proses pemecahan masalah dan kemudian
untuk mengintegrasikan preferensi atau pola individu dalam proses ini.
Pemecahan Masalah
dan Proses Pengambilan Keputusan
Pemecahan
masalah adalah sebuah
proses dimana kita memandang dan menyelesaikan
kesenjangan antara situasi sekarang dan tujuan yang diinginkan. Secara umum, situasi adalah
salah satu yang sebelumnya tidak ditemui, atau di mana setidaknya
solusi yang spesifik dari pengalaman
masa lalu tidak diketahui. Sebaliknya,
pengambilan keputusan adalah sebuah
proses seleksi dimana salah satu dari
dua atau lebih solusi yang mungkin
dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah
dikedua pemecahan masalah dan pengambilan keputusan cukup mirip. Bahkan, istilah kadang-kadang
digunakan secara bergantian.
Kebanyakan
model pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan
setidaknya masuk ke dalam empat fase (misalnya, Bransford &
Stein, 1984; Dewey,
1933, Polya, 1971),
antara lain:
1. Tahap input dimana masalah
yang dirasakan dan dilakukan sebuah usaha untuk memahami situasi atau masalah.
2. Fase pengolahan dimana alternatif yang
dihasilkan dan dievaluasi dan solusi
yang dipilih.
3. Fase output
yang mencakup perencanaan, dan implementasi solusi, dan
4. Tahap
tinjauan dimana solusi yang dievaluasi dan modifikasi yang
dilakukan, jika diperlukan.
Kebanyakan peneliti menggambarkan proses pemecahan masalah atau
pengambilan keputusan sebagai
awal dengan persepsi kesenjangan dan
berakhir dengan pelaksanaan dan evaluasi solusi untuk mengisi kesenjangan tersebut.
Setiap tahap proses meliputi langkah spesifik
yang harus diselesaikan sebelum
pindah ke tahap berikutnya. Langkah-langkah
ini akan dibahas secara lebih
rinci nanti dalam tulisan ini.
Pertimbangan Perbedaan Individu
Meskipun ada
berbagai cara untuk mempertimbangkan perbedaan individu terhadap penyelesaian
masalah dan pengambilan keputusan, maka kita akan fokus pada tipe kepribadian
dan temperamen sebagaimana diukur oleh MBTI.
Tipe Kepribadian dan Pemecahan
Masalah
Berikut ini adalah ringkasan dari temuan Lawrence (1982,
1984); McCaulley (1987); Myers & McCaulley (1985):
Ketika pemecahan masalah, individu akan lebih memilih tertutup (introversion)
kemudian
mengambil waktu untuk berpikir dan menjelaskan ide-ide mereka sebelum mereka mulai berbicara, sementara
mereka akan
lebih memilih terbuka
(extraversion) saat berbicara melalui ide-ide mereka
untuk memperjelaskannya. Penginderaan individu akan lebih cenderung untuk
memperhatikan fakta, rincian, dan kenyataan. Mereka juga akan cenderung untuk memilih solusi standar
yang telah bekerja di masa lalu.
Individu dengan preferensi pemikiran akan cenderung
menggunakan logika dan analisis selama pemecahan masalah. Mereka juga cenderung
untuk menilai
objektivitas dan menjadi impersonal dalam menarik kesimpulan.
Temperamen
Temperamen ini
dapat berguna dalam membahas perbedaan
individu yang berkaitan dengan pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan karena keduanya terkait dengan perbedaan
mendasar dalam orientasi untuk
memecahkan masalah dan tujuan yang akan
ditangani.
Teknik Pemecahan Masalah
Hal ini tidak cukup untuk menggambarkan suatu proses pemecahan masalah dan
untuk menggambarkan bagaimana individu berbeda dalam pendekatan mereka atau dalam penggunaannya. Hal ini juga diperlukan untuk
mengidentifikasi teknik-teknik khusus untuk menghadirkan perbedaan individu.
Mengintegrasikan Teknik ke
dalam Proses Pemecahan
Masalah
Teknik pemecahan masalah yang dibahas di atas paling kuat bila dikombinasikan untuk mengaktifkan bagian logis kedua (rasional dan intuitif) kreatif
bagian otak.
Tahap Input
Tujuan dari tahap input adalah untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih jelas dari masalah atau situasi. Langkah pertama adalah untuk mengidentifikasi masalah dan menyatakan secara jelas dan ringkas. Langkah kedua dari tahap input adalah
untuk menyatakan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi alternatif yang mungkin untuk masalah serta efektivitas solusi
yang dipilih. Brainstorming juga dapat digunakan selama langkah kedua ini. Langkah ketiga
adalah untuk mengumpulkan informasi atau fakta yang relevan untuk memecahkan
masalah atau membuat keputusan.
Tahap Pengolahan
Pada
tahap pengolahan tugas ini adalah untuk mengembangkan,
mengevaluasi, dan memilih alternatif dan solusi yang dapat memecahkan masalah. Langkah pertama dalam tahap
ini adalah untuk mengembangkan alternatif atau kemungkinan solusi. Langkah kedua adalah mengevaluasi alternatif
yang dihasilkan vis-a-vis kriteria dinyatakan. Langkah ketiga tahap pemrosesan adalah untuk mengembangkan solusi yang
berhasil saat
memecahkan
masalah.
Sebelum meninggalkan fase ini penting untuk mendiagnosa
kemungkinan masalah dengan solusi dan implikasi dari masalah ini (apa yang bisa
salah - penginderaan, menilai, implikasi - intuisi, mengamati).
Tahap Output
Selama tahap output, rencana dikembangkan dan solusi benar-benar
dilaksanakan. Rencana tersebut harus cukup rinci untuk memungkinkan
keberhasilan pelaksanaan, dan metode evaluasi harus dipertimbangkan dan
dikembangkan.
Tahap Review
Langkah pertama,
mengevaluasi implementasi solusi, harus menjadi proses yang berkelanjutan. Langkah
kedua mengevaluasi efektivitas dari
solusi. Langkah ketiga dalam proses ini adalah memodifikasi solusi dengan
cara yang disarankan oleh proses
evaluasi. Evaluasi pelaksanaan
solusi dan hasil umumnya
menyajikan masalah tambahan yang harus
dipertimbangkan dan ditangani.
Pertimbangan Temperamen
Jika mayoritas kelompok terdiri dari temperamen tunggal,
dalam proses dasar yang dapat dimodifikasi untuk mengambil keuntungan dari
sikap dominan. Berfokus pada fakta dan rincian juga bermanfaat karena lebih
mungkin menghasilkan solusi yang dapat dilaksanakan secara nyata.
Ringkasan dan
Kesimpulan
Secara umum, ada kebutuhan untuk mengembangkan dan
menggunakan proses pemecahan
masalah atau pengambilan keputusan yang bersifat ilmiah dan perbedaan
perhatian individu dan sudut pandang. Proses ini memungkinkan individu untuk
menggunakan metode standar dalam berbagai situasi dan beradaptasi untuk
memenuhi preferensi pribadi. Proses yang sama dapat digunakan dalam situasi
kelompok untuk memenuhi perspektif yang unik dari masing-masing anggota.

22.38
rifandi.id

