Pages

Kamis, 31 Oktober 2013

Be Data Literate – Know What to Know

...:::Be Data Literate – Know What to Know:::...
Peter F. Drucker

Dua puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1992, Drucker menulis artikel tentang “Be Data Literate – Know What to Know”. Di artikel ini Drucker menjelaskan tentang ‘melek data’ yang harus dimiliki para eksekutif, terutama eksekutif muda, agar tidak salah dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan, karena kesalahan dalam mendapatkan informasi akan berakibat fatal dalam pengambilan sebuah keputusan.
Dalam konsep ‘melek data’ tidak bisa dilepaskan dari ‘melek komputer’, karena keberadaan komputer sangat membatu dan memudahkan pengarsipan data, sehingga kapan pun kita membutuhkan data maka kita akan mendapatkannya dengan mudah dan lebih cepat. Beberapa poin yang disampaikan oleh Drucker antara lain:
1.      Para eksekutif harus tau mana data utama/pokok, data pendukung dan data lainnya dalam merumuskan sebuah informasi, atau disebut dengan ‘melek data’.
2.      Para eksekutif atau profesional dituntut untuk bisa memutuskan informasi apa yang harus digunakan dan untuk apa informasi itu digunakan, dengan kata lain Drucker memberi istilah ‘melek informasi’.
3.      Selain eksekutif dan profesional dituntut untuk melek data dan melek informasi, organisasi secara kelembagaan juga dituntut untuk melek akan dua hal itu, sehingga pertanyaan seperti: informasi seperti apa yang kita butuhkan di perusahaan ini? Dalam bentuk apa informasi itu disajikan? Dan dimana kita bisa mendapatkan informasi tersebut? bisa dijawab dengan mudah dan lebih cepat sehingga perusahaan bisa lebih efektif dan efisien.
4.      Dalam hal ini Drucker juga memberi warning bahwa selama ini yang mengambil keputusan adalah Akuntan Manajemen, dan fungsi Manajer hanya ketok palu.
5.      Dalam hal ini Akuntan Manajemen harus jeli dalam pemilihan data agar tidak salah dalam pengambilan keputusan.
Tantangan terbaru dalam menganalisis data menjadi informasi adalah memadukan dua hal yaitu, pengolahan data yang berbasis komputer (Computerize) dan sistem Akuntansi. Dan sedikit saya akan menjawab beberapa kehawatiran dari Drucker.

Kehadiran sistem akuntansi yang berbasis komputer saat ini tidak lepas dari peran penting seorang Drucker yang 20 tahun silam menggambarkan tentang tantangan eksekitif, profesional dan organisasi/perusahaan untuk bisa memadukan antara pengolahan data berbasis komputer dengan sistem akuntansi. Bisa dirasakan kemudahan-kemudahan dalam memproses data akuntansi menjadi informasi akuntansi yang ter-computerize. Telah banyak kehadiran perangkat lunak (Software) sistem akuntansi yang bisa membantu para pemangku kepentingan untuk mendapatkan data dan informasi dengan cepat untuk mengambil keputusan yang tepat. Inilah efek dari ‘melek data’ dan ‘melek informasi’.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews