...:::Be
Data Literate – Know What to Know:::...
Peter F. Drucker
Dua
puluh tahun lalu, tepatnya tahun 1992, Drucker menulis artikel tentang “Be Data
Literate – Know What to Know”. Di artikel ini Drucker menjelaskan tentang
‘melek data’ yang harus dimiliki para eksekutif, terutama eksekutif muda, agar
tidak salah dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan, karena kesalahan dalam
mendapatkan informasi akan berakibat fatal dalam pengambilan sebuah keputusan.
Dalam
konsep ‘melek data’ tidak bisa dilepaskan dari ‘melek komputer’, karena
keberadaan komputer sangat membatu dan memudahkan pengarsipan data, sehingga
kapan pun kita membutuhkan data maka kita akan mendapatkannya dengan mudah dan lebih
cepat. Beberapa poin yang disampaikan oleh Drucker antara lain:
1. Para
eksekutif harus tau mana data utama/pokok, data pendukung dan data lainnya
dalam merumuskan sebuah informasi, atau disebut dengan ‘melek data’.
2. Para
eksekutif atau profesional dituntut untuk bisa memutuskan informasi apa yang
harus digunakan dan untuk apa informasi itu digunakan, dengan kata lain Drucker
memberi istilah ‘melek informasi’.
3. Selain
eksekutif dan profesional dituntut untuk melek data dan melek informasi,
organisasi secara kelembagaan juga dituntut untuk melek akan dua hal itu, sehingga
pertanyaan seperti: informasi seperti apa yang kita butuhkan di perusahaan ini?
Dalam bentuk apa informasi itu disajikan? Dan dimana kita bisa mendapatkan
informasi tersebut? bisa dijawab dengan mudah dan lebih cepat sehingga
perusahaan bisa lebih efektif dan efisien.
4. Dalam
hal ini Drucker juga memberi warning
bahwa selama ini yang mengambil keputusan adalah Akuntan Manajemen, dan fungsi
Manajer hanya ketok palu.
5. Dalam
hal ini Akuntan Manajemen harus jeli dalam pemilihan data agar tidak salah
dalam pengambilan keputusan.
Tantangan terbaru dalam menganalisis
data menjadi informasi adalah memadukan dua hal yaitu, pengolahan data yang
berbasis komputer (Computerize) dan
sistem Akuntansi. Dan sedikit saya akan menjawab beberapa kehawatiran dari
Drucker.
Kehadiran sistem akuntansi yang berbasis
komputer saat ini tidak lepas dari peran penting seorang Drucker yang 20 tahun
silam menggambarkan tentang tantangan eksekitif, profesional dan
organisasi/perusahaan untuk bisa memadukan antara pengolahan data berbasis
komputer dengan sistem akuntansi. Bisa dirasakan kemudahan-kemudahan dalam
memproses data akuntansi menjadi informasi akuntansi yang ter-computerize. Telah banyak kehadiran
perangkat lunak (Software) sistem
akuntansi yang bisa membantu para pemangku kepentingan untuk mendapatkan data
dan informasi dengan cepat untuk mengambil keputusan yang tepat. Inilah efek
dari ‘melek data’ dan ‘melek informasi’.

09.57
rifandi.id


0 komentar:
Posting Komentar