...:::QUEUING
THEORY:::...
Pendahuluan
Queueing Theory adalah
salah satu ilmu matematika yang mempelajari tentang waktu tunggu atau suatu
antrian. Pada umumnya queuein theory
dianggap sebagai riset dalam suatu operasi untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Operation research awalnya
digunakan di Inggris tentang suatu mata pelajaran atas kesepakatan yang
diaplikasikan dalam metode analitis lanjutan untuk membantu pengambilan
keputusan yang lebih baik.
Dalam
perkembangannya queueing theory
sering digunakan utnuk memprediksi panjangnya antrian dan waktu tunggunya suatu
barang atau persediaan dalam suatu proses di dalam bisnis sehingga dapat dijadikan
pertambahan informasi untuk membuat keputusan bisnis tentang sumber daya yang
dibutuhkan untuk menyediakan layanan yang kompetitif terhadap para pelanggan.
Pada
awalnya queueing theory di teliti
oleh Agner Krauf Erlang yang seorang
pakar statistik dan ahli teknisi mesin (enginer). Queuein theory yang pada awalnya digunakan utnuk menciptakan
pertukaran arus telepon. Dengan perkembangannya, queuein theory juga terapkan dalam hal telekomunikasi, rekayasa
lalu lintas (rambu lalu lintas), komputer, pabrik garmen (dalam hal membuat
suatu desain produk), pertokoan, perkantoran dan rumah sakit.
Etimologi atau Asal Usul
Kata
queue pada
awalnya berasal dari Prancis atau dalam bahas Latin disebut cauda yang dalam bahasa Inggrisnya
sebagai tail (urutan atau untaian).
Kata queueing over queueing biasanya ditemui pada penelitian di bidang akademis.
Seperti contohnya, jurnal yang paling terkenal yaitu “Queueing Systems”. Jurnal queueing
systems tersebut diterbitkan dalam “Journal
Citation Reports pada tahun 2010 dengan penulisnya bernama Sergey
Foss.Dimana pada umumnya jurnal tersebut dikhususkan untuk jurnal-jurnal ilmiah
pengetahuan dan media bisnis.
KAJIAN
TEORI
Single
Queueing Nodes
Single Queueing Nodes biasanya digambarkan
dengan menggunakan Kendall’s notation
dengan format A/S/C, dimana A menggambarkan waktu antara kedatangan suatu
barang atau informasi kedalam antrian, S digambarkan sebagai suatu ukuran
pekerjaan dan C menggambarkan suatu server kode.
Kendall’s notation menjelaskan bahwa
sebuah queueing theory merupakan
suatu mata pelajaran yang menggunakan teori matematika atas probabilitas. Kendall’s notation merupakan suatu
sistem untuk menjelaskan dan mengklasifikasikan suatu queueing node. Seperti contohnya:
Dalam
perjalanannya, ternyata banyak yang menganalisis queue theory dapat dibuktikan dengan cara mengurangi antrian dengan
system matematika seperti yang dijelaskan pertama kali dalam makalahnya oleh
Andrey Markov pada tahun 1906 yang dikenal dengan Mankov Chains.
Model
yang digunakan dalam Kendall’s notation
salah satunya dijelaskan dalam karya ilmiah pertama Agner Krarup Erlang tahun
1909. Dimana yang salah satu penelitinya bernama Danish yang bekerja sebagai
ahli mesin di Copenhagen telephone Exchange. Danish menjelaskan bahwa model
nomor yang digunakan dalam panggilan telepon di kantornya yang kemudian disebut
dengan Poisson process.
Dimana
model nomor telepon tersebut dapat digunakan menggunakan model antrian (queue) M/D/1 pada tahun 1917 dan model antrian (queueing) M/D/K pada tahun 1920. The M/M/1 antrian adalah model sederhana di mana sebuah server tunggal
melayani pekerjaan yang datang sesuai dengan proses Poisson dan eksponensial
telah didistribusikan persyaratan layanan. Berikut ini merupakan penjelasan
atas Kendall’s notation :
Ø M merupakan singkatan
dari Markov atau memoryless atau
pengingat sebagai sarana panggilan telepon tersebut sesuai dengan Passion process.
Ø D merupakan singkatan
dari deterministic sebagai tanda
bahwa pekerjaan itu telah tiba di antrian dan memerlukan jumlah layanan
panggilan telepon yang tetap.
Ø K merupakan jumlah
server pada kode antrian (k=1,2, ... ). Jika ada lebih banyak panggilan telepon
dalam suatu server maka panggilan tersebut akan otomatis menunggu atau
mengantri atas suatu layanan.
IMPLEMENTASI
Setelah
Perang Dunia II, queueing theory
menjadi bahan atau dasar utama yang dijadikan penelitian oleh para matematikawan
karena sangat menarik untuk dikembangkan. Seperti contohnya Metode Matriks
Geometris dan Metode Matriks Analitis yang memungkinkan suatu queues dengan berbagai fase-jenis
tersebut dapat didistribusikan berdasarkan interval dan pendistribusian waktu
pelayanan juga harus dipertimbangkan dalam prosesnya.
Service
Disciplines
Dalam
service disciplines terdapat berbagai
kebijakan penjadwalan yang dapat digunakan pada queuing nodes,
yaitu
:
Ø First
in first out
Metode
ini menyatakan bahwa pelanggan dilayani satu per satu dan pelanggan yang telah datang lebih
awal akan
dilayani pertama.
Ø Last
in first out
Metode
ini menyatakan bahwa pelanggan akan dilayani satu per satu dan pelanggan dengan
waktu terpendek akan dilayani pertama. Hal ini juga dikenal dengan stack. Stack sendiri merupakan suatu
bahasa computer yang masih tergolong dasar. Dimana fungsi dari stack sendiri bisa disebut sebagai patch untuk mempercepat suatu proses
yang memerlukan waktu lama.
Ø Processor
sharing
Kapasistas
pelayanan dibagi rata antar pelanggan.
Ø Priority
Pelanggan
yang memiliki keunggulan akan diprioritaskan atau dilayani pertama. Prioritas
antrian dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
Non-Preemptive : Pekerjaan atas
suatu pelayanan tidak dapat diganggu.
Preemptive : Pekerjaan atas suatu
layanan dapat terganggu dengan pekerjaan yang memiliki prioritas yang lebih
tinggi.
Namun
tidak ada layanan yang akan terlewati dalam 2 jenis pelayanan tersebut.
Ø Shortest
job first
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran layanan yang
terkecil
Ø Preemptive
shortest job first
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya dilakukan mulai dengan ukuran asli layanan
yang terkecil.
Ø Shortest
remaining processing time
Pekerjaan
yang akan dikerjakan selanjutnya adalah dengan melayani satu yang memiliki
persyaratan pengolahan terkecil yang tersisa.
Queueing Networks
Queeuing netwoks adalah sistem dimana jumlah
antrian dihubungkan oleh router
pelanggan, dimana seorang pelanggan dilayani pada satu simpul dapat bergabung
dengan node lainnya yang dapat
digunakan untuk suatu layanan panggilan atau untuk menutup/meninggalkan suatu
jaringan.
STUDY
RESEARCH
Penelitian
yang dilakukan oleh Jackson menunjukkan bahwa terdapat signifikansi yang
menggunakan bentuk distribusi stasioner yang efisien dan nilai rata-rata
analisis yang memungkinkan rata-rata atas suatu antrian panggilan dan waktu
tunggu harus tetap dihitung. Jika jumlah pelanggan di jaringan tetap konstan,
maka jaringan tersebut akan ditutup secara otomatis dimana hal tersebut juga
telah terbukti memiliki distribusi stasioner produk dalam teori Gordon-Newell.
Pada
penelitian lain juga didapatkan bahwa pada penelitian yang dilakukan Kelly
mengganggap bahwa jaringan pelanggan yang telah diselidiki atau diperiksa akan
mengakibatkan perbedaan tingkat prioritas pada node layanan yang berbeda.
Penelitian
lainnya yang dikenal dengan G-Networks
yang diusulkan pertama kali oleh Erol Gelenbe pada tahun 1993 menghasilkan
bahwa jangan menganggap bahwa distribusi waktu tetap harus diperhitungkan
jangan seperti pada penelitian Jackson.
Batas Fluida
Model
Fluida adalah suatu pengingat determin yang terus menerus akan diperoleh atas
suatu antrian jaringan (queueing networks)
dengan mengambil ruang lingkup ketika proses yang digunakan adalah skala dalam
ruang dan waktu yang mengakibatkan akan berbeda-beda hasilnya.
Heavy
traffic/diffusion approximations
Heavy
traffic/diffusion approximations (perkiraan atas
beratnya suatu arus/lalu lintas dalam suatu sistem) berguna untuk
mempertimbangkan pembatasan atas suatu queues.
Untuk dapat memperluas suatu sistem yang overload
atau berlebihan kapasitas, maka batasan dan ruang dalam suatu sistem harus
terus ditingkatkan terutama salah satunya dengan menggunakan patch-patch yang langsung dibenamkan
dalam sistem tersebut. Misalnya dengan memasukkan bahasa pemograman sebagai
berikut :
Namun
ada beberapa cara lain juga yang dapat metode reflected Brownian motion (RBM) yang dapat mengurai kepadatan atau overload dalam suatu sistem. Metode yang
terdapat dalam RBM adalah Stability
conditions – one dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas
“menstabilkan kondisi system dengan pendekatan – satu/single ukuran keadaan dan
ukuran keadaan yang berlipat”), contohnya :
Stability conditions- One
dimension
Stabilitu
conditions-multiple dimensions
Selain
itu juga ada metode hitting times–one
dimension and multiple dimensions* (terjemahan bebas “penekanan
sewaktu-waktu dengan menggunakan pendekatan-satu/single ukuran keadaan dan
ukuran keadaan yang berlipat), contohnya :
Dalam
kesempatan lain, RBM juga dijelaskan dalam Ornstein-Uhlenbecl
process ataupun lebih umumnya dalam diffusion
process. jumlah ukuran dalam RBM
umumnya adalah sama dengan jumlah nomor/angka dalam queueing nodes dan terbatasnya difusi pada non-negatif orthant* (terjemahan bebas “ukuran yang
terdapat dalam suatu quadran).

10.18
rifandi.id


0 komentar:
Posting Komentar