Pages

Jumat, 05 Desember 2014

Wacana Kehidupan

Kita hidup untuk siapa?
Untuk memenuhi kemauan kita atau kemaun yang menciptakan kita?
Anggap saja kita seorang pegawai/karyawan, kita bekerja untuk siapa?
Untuk memenuhi hasrat kita atau pimpinan (pemilih perusahaan)?
.....
Anggaplah kita hidup hanya untuk memenuhi keinginan kita, lantas kemana kehidupan kita akan bermuara?
Bukankan target kita dalam hidup selalu berubah saat target yang kita rencanakan saat ini terpenuhi?
Atas dasar apa kita merubah itu semua, siapa yang mempengaruhi?
....
Apa kita sudah kenal dengan pencipta kita untuk menjalankan mau-Nya dalam hidup kita?
Trus kalau berbeda dengan maunya kita gimana?
Apa kita harus menyalahkan sang pencipta karena hanya mampu mencipta tanpa bisa mengarahkan hidup kita?
Seolah kita mengatakan, kami hidup berdasarkan skenario-Mu, tapi kenapa kami tak diberi naskah ituu.
....
Note:
Iya, kita ini layaknya seorang aktor yang menjalankan skenario agung yang dibuat oleh sutradara agung, yakni Tuhan kita. Tuhan memberi naskah skenario lewat kitab suci yang diturunkan melalu orang2 kepercayaan-Nya (Nabi dan Rasul).
Trus apa yang kurang?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews